Pelatihan Keselamatan Lingkungan dari Kebakaran di STT Satyabhakti

Pada tanggal 01 Maret 2019 lalu, di Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti Malang diadakan kegiatan penyuluhan dan pembekalan seputar keselamatan lingkungan dari kebakaran. Untuk lingkungan yang cukup luas seperti kampus STT Sati Malang kebakaran adalah salah satu resiko yang mungkin terjadi. Oleh karena itu diperlukan pemahaman untuk mencegah terjadinya resiko kebakaran serta bagaimana mengatasi kebakaran, jika hal itu terjadi. Kegiatan penyuluhan dilakukan pada pagi hari pukul 07.30 WIB sedangkan kegiatan pembekalan berupa praktik lapangan dilakukan pukul 15.30 di lapangan STT Satyabhakti.

Hadir dalam kegiatan ini sebagai pemateri adalah Bpk. Agus dan Bpk Jeremy yang keduanya adalah anggota Dinas Pemadam Kebakaran dari Kabupaten Malang. Bapak Agus menyampaikan bahwa hal utama yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran adalah mengenali api dan bahan atau jenis material yang terbakar. Secara umum, api terdiri dari 3 unsur, Oksigen, Material dan panas. Memadamkan kebakaran dilakukan dengan memutus mata rantai dari ketiga unsur ini dengan cara meniadakan atau mengurangi salah satunya.Setelah mengenali api dan bahan, maka kenali juga lingkungan agar kita lebih mudah mengetahui bahan apa yang dapat digunakan untuk mematikan kebakaran. Salah satu contoh, ketika terjadi kebakaran di pasar lama beberapa waktu yang lalu, salah satu bahan yang digunakan adalah tahu.

Di lingkungan STT Satyabhakti sendiri, dalam pengamatan Bapak Agus selaku pemateri, sudah terdapat instrument yang cukup dan ideal untuk memadamkan api, diantaranya bak pasir, pohon pisang, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tanah, air. Dalam salah satu sesi tanya jawab, salah seorang mahasiswa STT Sati, Nelson, bertanya tentang cara memadamkan api dengan menggunakan media pasir, salah satu media yang terdapat di tong-tong di STT Sati setiap jarak tertentu. Caranya, menurut Bapak Agus adalah dengan menaburkan pasir di tempat yang terbakar.

Peserta kegiatan kali ini tidak hanya terbatas pada mahasiswa melainkan juga staff dan dosen yang tinggal di lingkungan STT Sati. Melalui kegiatan ini, diharapkan semua yang berada dalam lingkungan STT Sati dapat turut aktif dalam kegiatan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran.

Tuhan memberkati.

Tujuan

Setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah ini, seharusnya mahasiswa dapat:

  • Mendemonstrasikan ketaatan pada Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus untuk “menjadikan segala bangsa murid-murid-Nya” (Matius 28:18-20).
  • Menunjukkan suatu hubungan pribadi yang dinamis dengan Allah.
  • Memanifestasikan karakter, sikap dan gaya hidup sesuai dengan teladan Kristus.
  • Mendemonstrasikan kecakapan dalam kepemimpinan dan pelayanan gerejawi yang diberdayakan oleh Roh Kudus.
  • Memiliki pengetahuan Alkitab, teologi, pelayanan, dan pengetahuan umum demi mendukung pelayanan yang efektif.
  • Menunjukkan kehausan dan kesanggupan untuk belajar seumur hidup.
Falsafah

Setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah ini, seharusnya mahasiswa dapat:

Motto

"Committed to Excellence and Relevance"

Visi

Menjadi Sekolah Tinggi Teologi Pentakosta-Kharismatik yang menghasilkan lulusan yang unggul dalam mutu di tingkat nasional dan regional serta relevan dengan perkembangan zaman.

Misi
  • Meningkatkan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang memiliki reputasi nasional dan regional serta beridentitas Pentakosta-Kharismatik.
  • Menuntaskan proses menjadi Sekolah Tinggi Teologi yang mandiri dan memiliki tata kelola yang baik.